Jumat, 12 Juni 2015

MAKALAH Budaya Kesenian Musik Trolingkung/Tong-tong Situbondo SITUBONDO


MAKALAH 
Budaya Kesenian Musik Trolingkung/Tong-tong Situbondo
SITUBONDO








Disusun Oleh:
ENDRO WAHYU



FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS ABDURACHAMAN SALEH
SITUBONDO


2015


Kata pengantar

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan  yang maha esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka kami bisa menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul “Kesenian Batik Situbondo”, yang menurut kami dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bilamana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang kami buat kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca. Dengan ini kami mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat kepada kita semua.
Semoga makalah ini bermanfaat.
 Amin




Daftar Isi

- BAB I PENDAHULUAN
            A. Latar Belakang .............................
            B. Rumusan Masalah ........................
 C. Tujuan Masalah............................

- BAB II ISI
             A.  Pengertian .................................
             B.   Pembahasan Isi judul..................

- BAB III PENUTUP
             A. Kesimpulan.....................................
             B. Saran...............................................





  
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
kesenian tradisional yang merupakan salah satu unsur kebudayaan, dalam kehidupan tidak dapat lepas dari masyarakat pendukung dan lingkungannya. Berdasar hal tersebut dapat dikatakan pula bahwa kesenian (termasuk musik) tradisional yang ada di satu kelompok masyarakat tertentu berbeda dengan kesenian tradisional kelompok masyarakat lainnya. Hal tersebut dikarenakan musik tradisional merupakan sebuah hasil karya dari kegiatan manusia yang tentunya memperlihatkan karakter-karakter tertentu sesuai dengan nilai, keyakinan, dan pengetahuan seniman terutama berkaitan dengan lingkungan tempat seniman berada. Kesenian tradisional tersebut biasanya diterima sebagai pewarisan dari generasi sebelumnya kepada generasi baru. Dalam prosesnya kesenian tradisional umumnya akan mengalami perubahan-perubahan tertentu setelah diterima oleh generasi penerusnya. Perubahannyapun bisa berupa perubahan sebagian atau hampir pada seluruh bentuk kesenian tersebut.

Kesenian tradisional yang ada dan hidup di masyarakat kita dewasa ini beraneka ragam dan masing-masing mempunyai karakter sesuai dengan kondisi kelompok/etnik pendukungnya, tata kehidupan masyarakat beserta perubahannya yang turut menentukan perkembangan dan kelestarian kesenian tradisional. Salah satu bentuk kesenian tradisional tersebut adalah musik tongtong yang terdapat di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. 



1.2       Rumusan Masalah
1.     Apakah Kesenian musik tong tong atau Trolingkung itu??
2.     Kegunaan dan peran musik tong tong terhadap kota situbondo
3.     Perbedaan Alat musik tong tong pada umumnya
4.     Konsep pembuatan alat musik tong tong


1.3       Tujuan
1. Mengatahui kesenia musik tong tong itu
2. Mengetahui Kegunaan dan peran musik tong tong terhadap kota situbondo
3. Mengetahui Perbedaan Alat musik tong tong pada umumnya
4. Mengetahui Konsep pembuatan alat musik tong tong


 2.1              Pengertian Kesenian musik tong tong

Bambu bagi bangsa Indonesia merupakan sesuatu yang sangat dekat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir di setiap tempat di Nusantara ini baik di kota apalagi di desa, kita tidak akan begitu sulit bahkan sangat mudah untuk menemukan bambu atau sesuatu yang terbuat dari bambu itu sendiri. Seperti misalnya rumah dan perangkatnya, peralatan rumah tangga, peralatan untuk mengurus kematian, peralatan (senjata) perang, bahan makanan, dan juga alat musikpun banyak terbuat dari bambu.

Kentongan bambu seperti tongtong merupakan salah satu dari sekian banyak alat musik yang dipakai oleh hampir seluruh suku di Indonesia. Hal ini dikarenakan bambu bagi bangsa Indonesia merupakan sesuatu yang sangat dekat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Hampir di setiap tempat di Nusantara ini, tidak akan begitu sulit untuk menemukan bambu atau sesuatu yang terbuat dari bambu itu sendiri. Seperti misalnya rumah dan perangkatnya, peralatan rumah tangga, peralatan untuk mengurus kematian, peralatan (senjata) perang, bahan makanan, dan juga alat musik pun banyak terbuat dari bambu.

Tongtong yang pada awalnya merupakan alat musik perorangan yang dipakai untuk menghibur diri ketika sedang berada di tegah laut, lapangan, hutan atau sawah. Tongtong juga dipakai sebagai alat komunikasi untuk mengumumkan sesuatu atau sebagai tanda bahaya.

Pada saat ini, kentongan bambu telah banyak digunakan atau dimainkan dalam format orkes ataupun ansambel, yakni dimainkan bersamaan dengan alat musik sejenis ataupun dengan alat musik lainnya.

Musik tongtong yang terdapat di Kabupaten Situbondo Jawa Timur sebenarnya tidak terlepas dari kesamaan budaya masyarakat Situbondo dengan masyarakat asli pulau Madura. Dimana pada abad ke-18 kemerosotan kondisi sosial dan ekonomi di Madura memicu emigrasi besar-besaran. Salah satu tempat tujuan emigrasi adalah daerah pesisir utara ujung timur Pulau Jawa seperti Situbondo, Probolinggo, Bondowoso dan Jember.

Musik tradisional seperti tongtong merupakan aspek kebudayaan yang tidak lepas dari masyarakat pendukungnya. Musik apapun tidak akan dapat tumbuh dan  berkembang tanpa adanya dukungan yang baik dari masyarakat pendukungnya. Karena tidak mungkin suatu bentuk kesenian itu ada ditengah-tengah kehidupan masyarakat tertentu tanpa memiliki fungsi dan peranan yang berarti bagi masyarakat tersebut. Seperti yang diungkapkan Khayam (1981:38) bahwa: “Kesenian tidak pernah berdiri lepas dari masyarakat, sebagai salah satu bagian yang penting dari kebudayaan itu sendiri”.

Musik tongtong yang pada awalnya hanya sebuah alat musik individual, kemudian berkembang sebagai media hiburan yang pada umumnya muncul atau ditampilkan pada waktu upacara keagamaan, upacara selamatan, serta sosialisasi atau penerangan informasi. Tidak hanya dalam aspek hiburan, tetapi juga sebagai media atau alat untuk menjalin kesatuan kelompok masyarakat khususnya dalam konteks upacara dan juga untuk menciptakan rasa nyaman dan aman, dalam hal ini berhubungan dengan kepercayaan masyarakat pada mitos dan leluhurnya.

2.2            Kegunaan dan peran musik tong tong terhadap kota situbond

beberapa kegunaan dan peranan musik tongtong bagi masyarakat terutama masyarakat di Kabupaten Situbondo. Diantaranya peranan yang pertama adalah sebagai media hiburan, dan kegunaan yang kedua adalah sebagai media sosialisasi/penerangan yang harus membawa pesan kepada masyarakat. Hal ini mengandung arti bahwa musik tongtong dalam pertunjukannya digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan moral dan pendidikan, pesan agama Islam (karena mayoritas penduduk Situbondo merupakan muslim), dan hal-hal lain yang merupakan program pemerintah dan penting untuk diketahui oleh masyarakat, seperti progam Keluarga Berencana. Dengan demikian terjadilah komunikasi antara seniman penyaji (pihak yang memberi pesan) dengan penonton (pihak yang menerima).



2.3            Perbedaan Alat musik tong tong pada umumnya

instrumen tongtong di Kabupaten Situbondo mempunyai perbedaan dengan intrumen tongtong pada umumnya, termasuk instrumen tongtong yang ada di Madura. Tongtong Situbondo mempunyai ciri khas yakni ruang resonator yang berjumlah dua. Sedangkan pada umumnya tongtong yang ada di Madura ataupun di daerah lain hanya mempunyai satu ruang resonator.
Berikut merupakan spesifikasi alat musik Tongtong:



Adapun alat pemukul tongtong disebut koltakkol dengan ukuran ketebalan ± 2,5 cm dan panjang ± 30 cm. Terbuat dari kayu/bambu dan atau kayu yang dilapisi dengan kawat besi.

Selain itu, pemberian nama pada masing-masing tongtong pun juga berbeda dengan patokan nama tongtong yang ada di Sumenep atau Bangkalan. Oleh karena itu, contoh sebutan instrumen tongtong di bawah ini bukan merupakan sebutan baku karena tiap daerah atau tiap komunitas/seniman berbeda pula menyebutnya. Nama-nama tersebut dibawah ini merupakan sebutan umum di Situbondo.
Penting untuk diketahui juga, sebagian masyarakat Situbondo kadang menyebut tongtong dengan istilah lain seperti kentong, patrol, atau toktok.



2.4  Konsep Pembuatan Alat Musik Tongtong Situbondo

Persyaratan yang harus dipenuhi dalam pemilihan bahan baku pembuatan tongtong adalah jenis dan sifat bambu. Jenis bambu yang paling cocok dibuat tongtong adalah material bambu yang padat dan bentuknya besar serta lurus. Selain itu, bambu tersebut bisa bertahan cukup lama. Sedangkan sifat bambu yang sebaiknya dipilih adalah bambu yang lunak untuk dikikis dengan alat pahat, sehingga ketika dipahat (dilubangi) tidak mudah pecah atau retak. Adapun bambu yang memenuhi syarat di atas adalah bambu petung (perreng pettung), dan perreng kaju. Selain itu, bambu tersebut juga harus benar-benar kering dan berusia tua namun tidak rapuh. Kesemuanya itu sangat mempengaruhi kualitas bunyi yang dihasilkan.

Berikut merupakan konsep pembuatan instrumen tongtong :

Pemotongan bambu disesuaikan dengan perbandingan ukuran panjang dan diameter.

Proses awal bambu direndam dalam air selama kurang lebih satu minggu. Hal ini bertujuan untuk membuat bambu bertahan cukup lama (tentunya setelah diproses pengeringan terlebih dahulu).

Proses pengeringan bambu berlangsung cukup lama, sekitar kurang lebih enam bulan sampai satu tahun sampai bambu tersebut benar-benar kering.

Proses pelubangan ruang resonator dilakukan setelah lapisan kulit bambu diperhalus dengan menggunakan hampelas. Sebelum dimulai pelubangan terlebih dahulu ditentukan prakiraan awal ukuran panjang dan lebar lubang resonator. Lubang pertama yang dibuat adalah ruang resonator yang ukurannya lebih pendek dan lebar.

Proses pelarasan/penyeteman.

Proses finishing, yakni penyempurnaan bentuk luar instrumen dengan memberi hiasan warna, gambar atau tulisan dan pelarasan akhir, yakni memperbaiki perubahan nada akibat penambahan ornamen.

Sejak proses awal hingga akhir biasanya diikutkan sesi ritual (erokat). Hal ini bertujuan untuk membuat tongtong tersebut menjadi bermanfaat terutama bagi pemakainnya. Sebenarnya ritual seperti ini sering dilakukan dalam kehidupan sosial masyarakat Situbondo seperti pada saat peletakan batu pertama pembangunan rumah atau gedung, untuk nyalamette kendaraan yang baru dibeli, dan lain sebagainya.




 Kesimpulan
Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kesenian tradisional yang merupakan salah satu unsur kebudayaan, dalam kehidupan tidak dapat lepas dari masyarakat pendukung dan lingkungannya. Berdasar hal tersebut dapat dikatakan pula bahwa kesenian (termasuk musik) tradisional yang ada di satu kelompok masyarakat tertentu berbeda dengan kesenian tradisional kelompok masyarakat lainnya. Hal tersebut dikarenakan musik tradisional merupakan sebuah hasil karya dari kegiatan manusia yang tentunya memperlihatkan karakter-karakter tertentu sesuai dengan nilai, keyakinan, dan pengetahuan seniman terutama berkaitan dengan lingkungan tempat seniman berada. Kesenian tradisional tersebut biasanya diterima sebagai pewarisan dari generasi sebelumnya kepada generasi baru. Dalam prosesnya kesenian tradisional umumnya akan mengalami perubahan-perubahan tertentu setelah diterima oleh generasi penerusnya. Perubahannyapun bisa berupa perubahan sebagian atau hampir pada seluruh bentuk kesenian tersebut.

Saran
Budaya merupakan satu rangkaian yang tak bisa di pisahkan dari masyarakat Indonesia. Budaya sangat penting bagi msyarakat,tapi di jaman modern ini kebudayaan yang ada di Indonesia mulai menurun, dari tari-tarian, seni patung dll, mulai dilupakan oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia, terutama kebudayaan seni.
Terbentuknya suatu kebudayaan tergantung pada generasi mudanya, apakah mereka dapat melestarikan kebudayaan tersebut kepada anak cucu mereka. Sehingga terbentuklah suatu kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnyadan lingkungannya. Berdasar hal tersebut dapat dikatakan pula bahwa kesenian (termasuk musik) tradisional yang ada di satu kelompok masyarakat tertentu berbeda dengan kesenian tradisional kelompok masyarakat lainnya. Hal tersebut dikarenakan musik tradisional merupakan sebuah hasil karya dari kegiatan manusia yang tentunya memperlihatkan karakter-karakter tertentu sesuai dengan nilai, keyakinan, dan pengetahuan seniman terutama berkaitan dengan lingkungan tempat seniman berada. Kesenian tradisional tersebut biasanya diterima sebagai pewarisan dari generasi sebelumnya kepada generasi baru. Dalam prosesnya kesenian tradisional umumnya akan mengalami perubahan-perubahan tertentu setelah diterima oleh generasi penerusnya. Perubahannyapun bisa berupa perubahan sebagian atau hampir pada seluruh bentuk kesenian tersebut.


Saran
Budaya merupakan satu rangkaian yang tak bisa di pisahkan dari masyarakat Indonesia. Budaya sangat penting bagi msyarakat,tapi di jaman modern ini kebudayaan yang ada di Indonesia mulai menurun, dari tari-tarian, seni patung dll, mulai dilupakan oleh masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia, terutama kebudayaan seni.
Terbentuknya suatu kebudayaan tergantung pada generasi mudanya, apakah mereka dapat melestarikan kebudayaan tersebut kepada anak cucu mereka. Sehingga terbentuklah suatu kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya.



Daftar Pustaka
http://www.djuned.com/2012/01/trolingkung-kesenian-situbondo.html

2 komentar: