SITUBONDO (KOTA SANTRI)

( SEHAT, AMAN,NYAMAN,TERTIB,RAPI, INDAH )

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 03 April 2015

Sinopsis STAND BY ME DORAEMON




بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ


Stand By Me Doraemon



 Sinopsis Stand By Me Doraemon. Menjadi sebuah penantian tersendiri bagi para penggemar produk Jepang, baik penggemar film, manga, maupun anime. Pada Stand By Me Doraemon ini disajikan aksi yang mengharukan dan menarik. Ada yang mengatakan jika ini adalah episode terakhir doraemon.
         Stand By Me Doraemon. Kami kru intifilm akan menyajikan link download Stand By Me Doraemon melalui google Drive yang tidak perlu ribet dan dipenuhi oleh iklan, hal ini sesuai dengan request yang telah masuk melalui email kami. Namun, link download ini hanya sebatas versi short movie, yang sudah tersedia di youtube. Kami tidak menyediakan full version karna itu menyalahi aturan.
            Sinopsis Stand By Me Doraemon. Stand By Me Doraemon mendadak menjadi tranding topik sejak pertama kali rilis di bioskop tanah air sejak pada tanggal 10 Desember 2015. Setelah meyaksikan di bioskop, siapapun yang menyaksikan film ini, terutama penggemar berat Doraemon, pasti akan merasa terngiang-ngiang terfikirkan dengan beberapa adegan mengharukan yang menurut sebagian orang lebih mengena dibandingkan anime maupun manga lainnya.
        Hal tersebut bukan hal yang aneh, Stand By Me Doraemon memang bukan hanya sekedar potongan beberapa episode terbaik, namun lebih berfokus pada kisah cinta Nobita dan Shizuka, serta persahabatan antara Doraemon dan Nobita.
          Sinopsis Stand By Me Doraemon. Nah, jika anda penasaran. Intifilm akan membahas Sinopsis Stand By Me Doraemon sekaligus memberikan link Download Stand By Me Doraemon tentunya dengan subtitle Indonesia. Artikel Sinopsis ini berupa bocoran dan hanya ditulis oleh orang yang telah menyaksikannya. Daftar Rilis Film Hollywood April 2015
Sinopsis Lengkap Stand By Me Doraemon
Nobita Berteriak di Padang Salju
            Sinopsis Stand By Me Doraemon. Momen paling mengharukan pertama dalam film Stand By Me Doraemon yang dirasa cukup 'keren' adalah pada saat Nobita kecil pergi ke masa depan setelah mengubah wujudnya menjadi orang dewasa.
            Saat itu, Nobita melihat dirinya di masa depan tidak hadir mendampingi Shizuka dewasa yang pergi mendaki gunung salju sendirian. Setelah Nobita kecil menemui Shizuka, ia pun mengalami kesulitan hingga akhirnya berteriak untuk mengirimkan ingatan bagi dirinya di masa depan.
Perpisahan Nobita dan Doraemon
            Sinopsis Stand By Me Doraemon. Momen kedua. Satu lagi adegan yang sangat mengharukan di film ini adalah ketika Doraemon terpaksa harus pergi ke masa depan. hal itu dikarenakan sang robot dianggap sukses membahagiakan Nobita kecil yang dipastikan akan menikahi Shizuka.
            Saat itu, Nobita yang meluapkan kegembiraan dengan menggunakan Baling-baling Bambu, disaksikan oleh Doraemon yang duduk sendirian di bawahnya. Sang robot kucing masa depan itu pun bergumam sendiri dengan mengucapkan kata-kata yang sangat mengharukan.
Nobita Menghadapi Giant
            Sinopsis Stand By Me Doraemon . Momen ke tiga. Ada satu momen dalam film ini ketika Nobita terpaksa harus bertarung melawan Giant tanpa bantuan alat Doraemon. Keinginan Nobita agar bisa mengalahkan Giant pun dirasa menjadi satu hal yang bisa membuat kita merinding.
          Pasalnya dalam adegan ini, kita bisa melihat bagaimana kegigihan Nobita yang tanpa menyerah, terus berdiri untuk menundukkan Giant. Hingga akhirnya, Giant pun kelabakan dibuatnya.
Perkataan Romantis Shizuka Kepada Nobita
            Sinopsis Stand By Me Doraemon . Kembali ke momen saat Nobita kecil menghampiri Shizuka dewasa di masa depan. Kala itu, keduanya meneduh di dalam sebuah gua, dan mereka bersama-sama menghangatkan diri.
                 Shizuka tak hentinya berbicara kepada Nobita kecil yang ia sangka adalah sosok dewasa di masanya. Akhirnya, Shizuka memberikan jawaban atas pertanyaan Nobita dewasa dengan satu kata, yaitu "Iya."
Pengorbanan Shizuka kepada Nobita
            Sinopsis Stand By Me Doraemon . Ketika berada di era saat ini, Nobita dan Shizuka kecil sempat memiliki hubungan buruk setelah Nobita merasa takkan mampu membahagiakan Shizuka. Nobita pun melakukan sebuah hal konyol demi bisa dibenci gadis impiannya itu.
        Oleh karena Shizuka sulit untuk membencinya, maka Nobita pun meminta Doraemon mengeluarkan alat yang membuat Shizuka tidak menyukainya. Alhasil, semua orang yang ada di dekat Nobita pun menjauhinya.
           Namun karena Nobita terlalu banyak mengkonsumsi obat tersebut, maka ia pun menjadi mabuk dan tidak kuat sendiri oleh efek sampingnya. Akan tetapi, ada satu orang yang bertekad untuk menyelamatkan Nobita... Ia adalah Shizuka!
            Demikianlah Sinopsis Stand By Me Doraemon yang menurut kami sangat romantis dan paling terngiang dikepala. 

Novel Cinta -"HUJAN TERAKHIR BERSAMAMU"



بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ


                            Gadis ini mencengkram erat kepalanya. Di tengah hujan, dia masih harus mengalami perdebatan sengit antara hati dan otaknya. Dinda, begitu gadis ini disapa. Menangis di tengah hujan yang sangat deras memang efektif karena tetesan air matapun takkan terlihat.

Dinda berjalan di koridor kelas dengan lesu. Bagaimana tidak, fikirannya benar-benar sedang kacau. Apalagi kalau bukan karna cinta. Tepatnya karna Denis, si pangeran berkuda putih itu. Sebenarnya Denis hanyalah pria biasa, hanya saja cinta membuat Denis terlihat tak biasa di mata Dinda. Mungkin Dinda melihat menggunakan mata hati. Mungkin.

Tak ada yang buruk dari mengenal Denis. Hanya saja Denis terlalu untuk Dinda. Terlalu baik, terlalu tampan, terlalu pintar.. Nyaris sempurna. Dulu, Dinda tidak suka pada Denis, bahkan Dinda membencinya. Tapi sekarang? Ia menyukainya. Atau mencintainya. Mungkin.
“Din, kamu baik-baik saja?” Suara itu. Suara itu sudah tak asing lagi di telinga Dinda. Dan benar saja, ketika Dinda melihat siapa orang itu. Ternyata Denis.
“Aku? Aku baik-baik saja.” Jawab Dinda. Sungguh dibalik kata baik-baik saja ada kata tidak dalam keadaan baik yang tersembunyi. Perempuan. Bukankah itu salah satu keahliannya untuk menutupi perasaan mereka yang sebenarnya?
Hujan Terakhir Bersamamu
Seperti biasa, Dinda duduk di samping Gisha. Gisha dulunya adalah gadis yang Denis sukai. Gisha itu perempuan yang cantik, pintar, dan pandai bergaul, hampir tak ada celah pada dirinya. Tapi itu dulu, sampai Denis berkata kalau ia menyukai Dinda. Dinda mendengus geli ketika otaknya memutar memori antara Dia, Gisha dan Denis.

Waktu itu, hujan sangat lebat. Dinda dan Gisha menunggu hujan itu berhenti. Gisha sibuk mengamati hujan yang deras itu, tetapi Dinda justru menikmatinya. Aroma hujan, Dinda selalu menyukai itu. Rintikan hujan mengalun seperti sebuah musik di telinganya. Dinda menikmati itu sampai dia tahu bahwa Denis memberikan jaketnya untuk Gisha. Dinda benarbenar cemburu hingga dia lepas kendali.
“Din maaf.. Aku nggak mau semua berakhir sampai di sini?”

Dinda sempat bingung dengan isi pesan singkat Denis. Kata-katanya sedikit sulit untuk dicerna oleh otaknya. Bahkan butuh waktu yang lama untuk memikirkan kata-kata Denis. Tetapi akhirnya Dinda menjawab
“Apa yang berakhir? Nggak ada yang berakhir. Semuanya akan sama seperti dulu. Maaf, tadi aku memang lagi emosi. Jangan berlebihan menanggapinya. Nothing gonna change Denis, trust me.”
Tiba-tiba Dinda tersadar dari lamunannya karena guru sudah memasuki kelas. Lagi-lagi matanya kembali menangkap sosok Denis. Denis sibuk dengan perempuan itu. Target baru mungkin. Dinda pura-pura tidak memperdulikannya. Dinda harus fokus. Ini demi mimpinya juga kebahagiaannya.

Jam tambahanpun berakhir. Semua anak-anak sibuk mengobrol sana-sini, membicarakan rencana mereka sepulang jam tambahan. Dinda sedang fokus membereskan buku-bukunya. Memastikan bahwa tak ada satupun barangnya yang tertinggal. Tapi tiba-tiba sosok itu mengusiknya, lagi.
“Tidak. Hanya ingin melihat kamu. Dinda yang fokus benar-benar lain ya.”

Dinda mengangkat sudut bibirnya ketika mendengar kata-kata Denis.
“Eh? Dinda tersenyum?”

Setelah mendengarnya, Dinda segera merubah raut wajahnya. Dinda menyesali senyumannya tadi. Harusnya ia tidak memberikan senyuman berharganya itu kepada Denis. Si pemberi harapan palsu.
“Dinda, ada yang mau aku bicarakan. Kita keluar sebentar ya”

Dinda segera keluar bersama Denis sebelum teman-temannya melihat. Ketika Denis mengajak Dinda untuk mengobrol di tempat teduh, Dinda menolaknya. Dinda beralasan kalau saat ini hanya hujan. Hujan air, dan lagipula Dinda suka hujan.
“Mau bicara apa?” tanya Dinda.
“Kamu kenapa? Akhir-akhir ini kamu menjauhiku. Kamu nggak pernah mengirimiku pesan singkat. Bahkan seperti kamu membenciku. Aku salah apa sama kamu?” jawab Denis yang kembali bertanya.
“Semuanya sudah berakhir”
“Berakhir? Maksudmu? Apa yang berakhir?”
“Kita.”

Beberapa menit kemudian Dinda meralat kata-katanya
“Maksudku bukan kita. Tapi aku dan kamu. Bukankah aku dan kamu tidak akan pernah menjadi kita?”
“Kamu ini bicara apa Dinda. Siapa yang bilang kalau kamu dan aku tidak akan pernah menjadi kita?”
“Takdir. Takdir memang tak pernah berkata tentang hal itu. Tapi, takdir menunjukkannya.”
“Takdir tak pernah menunjukkan itu Din” jawab Denis tegas.
“Tak pernah? Bagaimana dengan kebudayaan kita? Bukankah itu cukup menunjukkan kalau kita tidak bisa bersama? Kamu keras sedangkan aku lembut. Kamu api sedangkan aku air. Kita berbeda, bahkan jika kita bersama maka kita akan menghancurkan satu sama lain.”

Hujan semakin deras. Sebanyak air hujan itulah air mata Dinda yang ditahannya. Mungkin untuk terakhir kalinya, Dinda ingin Denis mengingat senyumnya, bukan tangisnya.
“Kenapa kamu menginginkan ini berakhir? Bukankah terlalu awal untuk mengakhirinya?”
“Kenapa kamu bertanya kepadaku? Kamu yang mengakhirinya. Bukan aku.”
“Aku? Aku tak pernah mengatakan ingin mengakhiri semuanya.”
“Sekali lagi, mungkin lidahmu terlalu kelu untuk mengatakan bahwa semua ini telah berakhir. Tetapi kamu berhasil menunjukkan. Kamu menunjukkan tanda-tanda bahwa kamu ingin mengakhirinya.”
“Din.. Dulu aku kan pernah bilang kalau aku nggak mau —” ucapan Denis terpotong karna Dinda segera menjawab
“Itu dulu Sekarang, tanda-tandanya sudah jelas bahwa kamu ingin mengakhirinya.”

Hening. Denis tidak bisa menjawab apa-apa lagi. Tak pernah terfikirkan oleh Denis kalau Dinda akan mengatakan hal-hal seperti ini. Denis tak tahu apa yang membuat Dinda berubah seperti ini.
“Lagipula, kamu sekarang sudah punya pacar, kan?” kata Dinda yang sepertinya ingin menyindir Denis.
“Pasti kamu bingung aku tahu dari mana kalau kamu sudah punya pacar.” sambung Dinda sambil memaksakan senyum pada wajahnya.
“Pastinya. Kamu ini jangan-jangan penguntit aku ya.” Denis benar-benar tertawa lepas dengan jawabannya tadi. Bahkan Dinda ikut terkekeh dengan jawaban Denis.
Tiba-tiba Dinda berhenti tertawa. Dia memperhatikan Denis yang masih tertawa lepas. Mungkin ini terakhir kalinya Dinda melihat Denis tertawa karnanya dan bersamanya. Dinda menatap wajah Denis lekat-lekat. Ia mencoba mengingat setiap lekuk wajah Denis. Jika Tuhan tak mengizinkannya untuk memiliki Denis, maka biarkanlah Dinda memiliki kenangan tentang Denis. Tetapi Dinda tak ingin mengingat kenangan ini setiap saat. Biarkanlah hujan menyimpan kenangan antara Dinda dan Denis.

Tanpa sadar Dinda menitihkan setetes air matanya. Dia berbalik membelakangi Denis. Pundaknya bergetar hebat. Tangisannya benar-benar tak bisa ditahan lagi. Suara tangisnya pecah diantara lebatnya hujan. Denis segera menghentikan tawanya. Dia menatap punggung itu. Punggung gadis yang dulu sempat menjadi tempat pertama saat sedih maupun senang. Denis tahu betapa rapuhnya gadis ini.

Dinda segera menghapus air matanya. Mengatur suaranya agar tak bergetar saat berbicara dengan Denis nantinya. Dinda membalikkan tubuhnya dan tersenyum kaku saat melihat Denis. Denis membalas senyuman Dinda dengan tulus. Dinda tak tahu harus bagaimana atas sesuatu yang telah berakhir. Yang terbesit di benaknya adalah betapa bodohnya dia. Dinda juga tahu bahwa hujan akan membawanya pada kenangan antara dia dan Denis, tetapi pada saat hujan berhenti kenangan itu sedikit demi sedikit akan menghilang.

Dinda beranjak dari duduknya. Begitu juga dengan Denis.
“Sepertinya aku harus pulang. Hujannya semakin deras. Dan kamu juga harus pulang.” kata Dinda.
“Aku harap setelah hujan ini akan ada pelangi. Pelangi yang menghubungkan aku dengan pasanganku, dan kamu dengan pasanganmu.” sambungnya.
Dinda pergi meninggalkan Denis lebih dahulu. Dinda kini sadar bahwa tak selamanya pangeran baik untuknya. Dan hujan? Terimakasih untuk hujan karena bersedia menjadi pengingat kenangan yang Dinda miliki.