SITUBONDO (KOTA SANTRI)

( SEHAT, AMAN,NYAMAN,TERTIB,RAPI, INDAH )

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 04 April 2015

Cerpen Cinta "MERELAKAN CINTA UNTUK SAHABAT"


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ


Cerpen Karya Feby Aristantia

                     Pernah kah kalian merasakan jatuh cinta? bila pernah apakah kalian pernah merelakan cinta itu untuk seseorang yang kalian sayang bisa sahabat, temen atau orang yang deket sama kalian.itu lah yang aku rasain saat ini aku suka sama cowok keren,putih,tinggi,lucu pokoknya keren deh, namanya Aldi steven adrian, dan aku pun punya sahabat namanya kartika nasya savira dia baik,lucu,perhatian,dan kocak tentunya

Pada suatu hari aku berangkat ke sekolah sendiri biasanya aku di antar sama pak muklis supir pribadi aku dia orangnya lucu selalu bikin aku ketawa.kembali lagi ya ke cerita, aku sedang menunggu taxi karna gak mungkin kalo aku jalan sampe sekolah jauh bey.seperapat jam ku menunggu tak kunjung datang, tiba tiba ada yang mengelakson aku

Merelakan Cinta Untuk Sahabat - Cerpen Cinta
TINN......TINN.......TINN.......
"Ngapain kamu di sini feby"sapa seorang pria tampan yang sedang menaiki mobil sportnya ia adalah aldi, ya dia aldi cowok yang aku taksir
"Lagi nungguin taxi"jawab ku dengan senyum khas ku
Mau tau yang aku fikirin sekarang apa? Yang aku fikirin Semoga aldi mau nebengin aku hahaha tapi gak mungkin terjadi mana mau aldi nebengin aku kanmobil dia mahalan :/
"Mau bareng gak?" Tawar dia kepadaku oh sunggguh ini mimpi yang indah tuhan tolong jangan bangunin aku dari mimpi indah ini
"Hey.. Kok malah bengong sih, mau gak"tawar dia lagi, oh sunggu ingin sekali aku teriak sekuat tenaga tapi aku kurungkan niat itu
"Ehm... Emang gak ngerepotin"jawab ku ragu
"Ya enggak lah, udah ayo kita berengkat"aldi sambil menarik tangan ku lembut

Selama perjalanan aku dan aldi hanya menutup mulut tak ada satu katapun yang keluar dari mulut kita , oh sunggu dingin sekali orang ini guman ku dalam hati. Hingga sampe lah di sekolah ku, dimana tempat semua siswa menuntut ilmu. Aldi pun keluar dan membukakan pintu untuk ku oh sunggu romantis cowok ini
"Makasih :) " ucap ku sambil tersenyum padanya dia pun hanya membalas dengan senyum manisnya. Aku memasuki sekolah berdambingan dengan aldi semua mata tertuju pada kami.bagaimana tidak seorang feby bisa jalan sama tim basket andalan sekolah.

Sampai sekolah ku langsung duduk di tempat ku di samping sahabat terbaikku yaitu kartika
"Feby kamu jalan bareng aldi?,gimana rasanya?,trus dia ngomong apa aja?, trus kamu jawab apa aja? Jawab feby jawab"tanya kartika bertubi tubi hingga membuat ku tecengo mendengarnya
"Tika satu satu dong nanyanya aku jadi pusing ni jawab yang mana duluan"keluh ku
"Sorry sorry soalnya aku itu suka banget sama aldi bahkan aku udah mulai cinta deh"kata kartika sambil membanyangkan dia jalan berdua dengan aldi
DEGG....
Jantungku serasa mau copot mendengar menuturan kartika
"Jadi kamu suka sama aldi juga "tanya ku menahan tangis sebenarnya aku pengen nangistapi aku harus kuat kuat dan kuat

"Ya iyalah siapa sih yang gak naksir sma cowok sekeren aldi"kata tika
"Ehm... Feb kamu mau gak bantuina aku untuk deket sama aldi"sambung kartika
"Hah... Ehm....gi..gimana ya" jawab ku gemetar menahan tangis yang udah terbandung di mata
"Pleace lah feb kamu kan sahabat aku"mohon kartika
"O..oke lah akan aku bantu"dengan berat hati aku membantu kaktika untuk mendekati aldi.
Dari sejak itu kartika mulai deket sama aldi dari mulai pulang bareng, makan di kantin bareng, hang out bareng pokoknya semua bareng dehwalau aku di ajak tapi aku hanya bisa diam dan diam, aku saat pulang dari main bersama mereka selalu saja nangis dan nangis
Hingga pada suatu. Hari aku pergi jauh dari jakarta mungkin aku takkan pulang lagi karna aku tak kuat menahan rasa sakit yang ada di kepalaku, kangker yang tumbuh di kepala ku mulai menggerogoti habis seluruh tubuh ku,aku bingung kenapa gelap sekali semua jadi gelap ku tak tau kenapa semua menangis, menjerit dan memukul-mukul dirinya sendiri
"Mah sabar mahh feby akan baik baik aja mamah tenang hiks hiks hiks"suara papa ku yang terisak, menenangkan mama ku yang menjerit, tiba tiba mama ku jatuh tak berdaya dan di tangani oleh dokter . Ternyata aku udah gak ada lagi ku udah kembali ke yang maha kuasa.

Feby pergi jauh dantak kembali lagi semua menangis kartika,aldi,mama feby papa feby semua yang kenal sama feby.
Aldi merasa kecewa ternyata feby menyayanginya tapi kenapa baru dia rasaan kalo dia juga sayang sama feby setelah feby udah tidak ada ini gak adil fikir aldi sambil terisak
"INI GAK ADIL!!!!!" Jerit aldi frustasi
Sebelum feby pergi dia menulis surat untuk mama,papa,kartika, dan aldi. Ini isi surat yang di tulis feby untuk ALDI, KARTIKA

To:
Hay aldi pasti kamu sekarang lagi nangis maafin aku ya gak pernah kasih tau kamu tentang perasaan aku, aku tau ini telat sangat telat tapi aku harus jujur sama kamu kalau aku sayang bahkan cinta sama kamu, tapi sudah lah sudah terlambat aku udah pergi, aku mohon jaga sahabat aku ya dia sahabat terbaik aku, aku mohon jangan sakiti dia aku mohon, udah ya aldi aku udah cape aku udah gak kuat lagi buat lanjutin surat ini.... Jangan nangis lagi ya aku sayang kamu :)
I LOVE YOU :*
Feby

To kartika
Hay sahabat aku yang bawel, aku mohon jangan nangis lagi aku gak kuat liat kamu nangis, aku belum sempat jujur sama kamu kalo aku juga sayang sama aldi orang yang kamu suka juga, aku bahagia kalo kamu bahagia. Maafin aku ya aku gak kasih tau kamu tentang penyakit aku, aku gak kuat liat kalian tertawa bareng, bercanda.ku gak kuat dan aku juga gak kuat sama penyakit aku yang makin lama makin parah... Aku perrgi ya jangan sedih aku mohon aku tersiksa disini kartika bye bye kartika aku sayang kamu selau your my bets friend
Feby

Pemakaman pun telah usai semua pelayat pulang hanya tinggal mama papa feby yang belum pulang pap sudah berapa kali pap feby membujuk mama feby tapi tak mau pulang juga, hingga akhirnya hujan turun mereka pun pulang.

Tapi ada satu orang lagi yang datang kemakam feby pria yang di sayangi feby ya dia aldi. Aldi duduk dan mengusap nisan feby sambil terisak
"Feb kenapa kamu gak jujur dari awal sama aku kalo kamu sayang sama aku hiks...hiks... Sebenarnya aku gak sayang sama kartik aku sayangnya sama kamu, aku kira kamu gak suka sama aku jadi aku berusaha menerima kartika. Kamu jahat feb kenapa kamu tinggalin aku"guman aldi sambil terisak
Bayangan putih pun muncul
"Feby"lirih aldi
"Jangan nangis lagi ya aku udah tenang disini, aku mohon kamu jagain kartika ya :)"ucap bayangan feby
Cahaya itu pun perlahan menghilang.
"FEBY!!!! Hiks hiks"
Setelah pemakaman feby kemarin aldi menjadi frustasi dia sering ngelamun sendiri tapi kartika berusaha menghibur seperti yang di inginkan feby. Kartika dan aldi pun bahagia

Sumber: http://www.lokerseni.web.id/2013/12/

Cerpen cinta "PAHIT MANISNYA CINTA"



بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ


Cerpen Karya Bunga Alfiena Darissalamah

                   Senyumnya membuat hati ini seolah-olah luluh lantah. Aku mencintainya, bahkan sangat mencintainya. Tapi aku tak tahu? Apakah dia merasakan hal yang sama. Aku tak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan ini. Aku takut ia menolak. Biarkan aku memendam rasa ini sendiri.
Istirahat sekolah. Aku melihatnya bercanda gurau dengan temen-temannya. Sesekali aku memandanginya, namun ia balik memandangiku. Al hasil, aku malu, dan segera meninggalkan tempat tersebut.

Dia adalah teman sekelasku. Namanya Anda, anak seorang TNI. Dia selalu menadi juara kelas karena ketekunannya belajar. Dia juga dikenal sebagai orang yang ramah dan baik. Apalagi kalau punya pacar. Dia perhatian banget sama pacarnya itu. Ingin sekali perhatian itu dituju untukku.

Pahit Manisnya Cinta - Cerpen Cinta
Hari kamis, tepatnya pelajaran fisika. Ada soal yang sedikit bingung bagiku. Akupun menanyakan soal tersebut kepada Anda. “Anda, bisa minta tolong?” tanyaku. “Oh, bisa. Apa yang bisa ku tolong?” jawabnya. “Begini, bisakah kau memberitahuku rumus soal nomor 4 ini. Aku sedikit tak mengerti, karena saat Ibu Susi menjelaskan, aku tidak berada di kelas.” Kataku. “Oh, yang ini. Ini rumusnya W=VxIxt, V= 220V, I=5A, dan t=3600sekon. Semuanya dikali dan dapatlah hasilnya. Bisa kan?” jawabnya. “Yaya, aku mengerti. Terima kasih” ujarku. “Ya, sama-sama” jawabnya kembali. Saat pergi dari meja Anda, aku tersenyum-senyum sendiri.

Terdengar kabar, bahwa Anda suka sama seorang cewek kelas sebelah. Namanya Febi, seorang cewek yang pintar, cantik, putih, tinggi, baik, dan sifat baik lainnya.

Kabar itu diperoleh dari twitter Anda yang suka bertanya mengenai kabar Febi. Aku cemburu, kecewa, kesal dengan kabar ini. Meski aku belum memastikannya.
Saat aku membuka twitter, hal itu benar-benar terjadi. Bahkan, beberapa menit yang lalu, Anda mengungkapkan perasaannya kepada Febi. Namun, itu belum direspon oleh Febi. Sehingga aku belum mengetahui jawabannya.

Esoknya, aku melihat Anda bersama Febi. Dengan segera aku masuk ke kelas dan bertanya pada Isa. “Sa, Anda jadian sama Febi?” tanyaku. “Iya, emang kamu gak liat di twitter? Anda nembak Febi dan Febi terima!” jawab Isa. “Iya aku tahu. Tapi saat itu Febi menjawabnya lama. Jadi langsung aku tutup” jawabku kembali. “Nggak lama kok, paling Cuma 10 menit.” Ujar Isa. Aku kecewa.

Sejak itu aku berubah. Suka ngelamun, marah-marah gak jelas, cuek, acuh, sampai-sampai nggak perduli orang disekelilingku. Aku duduk di bangku dekat pohon di taman sendirian. Tiba-tiba ada yang menghampiriku. Dan ternyata itu Anda.
“Kenapa kamu? Beberapa hari ini, aku lihat kamu sering ngelamun? Biasanya kamu itu aktif banget. Nggak seperti saat ini?” tanya Anda sedikit perduli. Aku diam tanpa menjawab semua pertanyaan Anda. “Hey? Apakah kau punya masalah? Kau bisa berbagi ceritamu kepadaku” tawar Anda “Tidak! Terima kasih. Aku tak mau membagi masalahku pada orang lain. Cukup aku dan Allah yang tahu. Permisi aku harus pulang” jawabku sambil berjalan pulang. “Ayo, aku antar?” tawarnya kembali. “Tidak, terima kasih” dengan segera meninggalkan Anda.

Satu bulan berlalu. Dan selama 1 bulan itu, aku tak pernah membuka twitter atau media sosial lainnya. Aku takut hatiku tak bisa menerima kepahitan setelah aku membaca pesan Anda dan Febi.
“Nak, Ibu ada keperluan diluar. Kalian kerjakan Fisika hal 137. Assalammualaikum.” Ujar Bu Susi sembari meninggalkan kelas. Aku tak cukup pandai dalam pelajaran ini, sehingga aku selalu bertanya kepada orang yang lebih mengerti fisika. Aku merasa bingung dengan soal nomor 9. Aku bertanya kepada Isa, tapi ia juga tak mengerti. Begitu juga Sisil, Nasya dan Reni.
“Sini, biar aku bantu. Nomor 9 kan?” tawar Anda. Aku terdiam sejenak lalu menjawab “Nggak perlu! Aku takut nanti ada yang cemburu!” kataku. “Maksud kamu Febi? Ya enggaklah, jarak kelas kita sama dia kan jauh, pasti nggak kedengeran. Lagian aku udah putus sama dia” “Oh!”
“Tunggu! Kamu itu kenapa sih? Kok sifat kamu dingin banget sama aku. Aku coba baikin kamu, toh kamunya tetep begitu. Emang apa salah aku?” tanya Anda. “Udahlah! Aku mau pergi buat nanya soal ini ke orang lain” jawabku. “Tunggu dulu, emang apa salah aku sampe sifat kamu sedingin ini ke aku? Baiklah, kalau aku ada salah, tolong maafkan aku!” pinta Anda “Kamu nggak perlu tahu apa masalah aku. Dan kamu nggak perlu minta maaf karena kamu nggak tau masalahnya!” Aku segera pergi ke meja lain, tak memperdulikan hirauan Anda lagi.

Setelah sholat, makan siang, aku segera membuka laptopku dan membuka twitter. Aku kaget, kita melihat interactions. Banyak sekali mention yang masuk dan kagetnya lagi itu semua dari Anda. Yang isinya “Bella, salah apa sih aku sampe kamu segini dinginnya kamu ke aku? Kalau aku salah, aku minta maaf. Aku juga gak mau kalau kita terus-terus begini.” “Kan udah aku bilang, gak ada apa-apa. Kamu nggak perlu minta maaf, udah aku maafin. Kamu juga nggak tahu masalahnya dan nggak akan pernah tau masalahnya” jawabku. Karena kesal, aku langsung mematikan laptopku.
Esoknya, disekolah, semua temanku bertanya hal yang sama, yaitu “Bella, kamu itu ada masalah apa sama Anda? Sampe-sampe Anda ngemis-ngemis minta maaf sama kamu. Kalo emang ada masalah, maafin aja. Kasihan liat Anda sampe harus minta maaf kayak gitu” “Nggak ada apa-apa” hanya itu jawabku.

Aku menghampiri Anda dan berkata “Anda! Udah cukup minta maafnya. Twitter aku penuh mention-mention dan DM dari kamu. Kan aku udah bilang kalo kamu nggak salah. Kamu peka dikit dong. Aku juga udah maafin kamu.” “Iya, maaf kalo aku terlalu banyak minta maaf. Aku takut kamu bakal benci sama aku.” jawabnya “Nggak kok, kita kan teman.” Jawab balikku “Cuma teman?..” bersamaan dengan Anda bicara bel masuk berbunyi. “Apa katamu?” tanyaku “Nggak papa” jawabnya. Kami masuk kelas bersama.

Setelah belajar Matematika, kami ke lab untuk belajar biologi. Aku mau mengajak Anda untuk ke lab bersama. Namun, tanganku langsung ditarik Isa dan Reni untuk ke lab bersama. Dan meninggalkan Anda. Setelah 10 menit di lab, aku baru sadar bahwa tak ada Anda disini. Aku meminta izin kepada Pak Wono untuk ke kelas mengecek keberadaan Anda.

Saat itu Anda seperti sedang tidur dengan kepala menunduk. “Anda, ayo ke lab. Pelajarannya sudah di mulai. Bangun, nanti kamu dimarahin Pak Wono karena tidak mengikuti pelajarannya. Kamu mau dimarahin Pak Wono yang super ganas itu? Nanti kamu disuruh lari 10 kali keliling lapangan mau? Ayo bangun!” Anda tetap diam, tanpa sedikit pun tubuhnya bergerak. Saat ku angkat kepalanya dan ku pegang. Tubuhnya sangat panas dan wajahnya pucat. Aku panik, dan segera membawanya ke UKS sendirian karena murid yang lain berada di lab. Aku membawa Anda ke UKS dengan merangkulnya.

Beberapa menit kemudian Anda sadar, setelah ditangani dengan Fajar anggota PMR. Saat Anda sadar ia memanggil namaku. “Bella! Bella! Bella!” “Iya, aku disini.” Jawabku dengan sedikit meneteskan air mata. “Kamu kenapa nangis?” tanya Anda. “Hah? Nggak nangis kok.” Jawab ku dengan segera mengusap air mataku. “Itu, kamu nangis. Udah jangan nangis, aku nggak mau air mata kamu terbuang percuma!” kata Anda. “Iya, aku memang nangis. Aku nangis karena kamu!” jawabku kepada Anda “Karena aku? Udah, kamu nggak perlu nangis. Ini cuma pusing sedikit aja kok!” jawab santai Anda.
“Tubuh kamu panas banget, tuh, muka kamu aja sampe pucat gitu.” Udah kamu istirahat disini ya. Aku mau ngelanjutin pelajaran.” “Tunggu, aku mau ikut” Beranjak dari tidurnya. “Nggak usah, istarahat disini aja. Nanti biar aku ajarin pelajaran yang kamu tinggal. Kalau kamu ikut, terus tiba-tiba kamu jatoh gimana? Yang susah siapa? Udah disini aja, sampe pulih.” Kataku pergi meninggalkannya dengan tersenyum, ia pun membalas senyum itu.
Bel pulang berbunyi, dengan segera aku ke UKS untuk menemui Anda. Setibanya disana, aku tak melihat Anda disana. “Fajar, dimana Anda?” tanyaku pada Fajar. “Tadi selang beberapa menit setelah kamu kembali ke lab. Anda sesak nafas sehingga aku dan Pak Burhan membawanya ke rumah sakit. Setelah keluarganya datang, aku dan Pak Burhan pulang. Kata dokter, Anda mengalami penyakit komplikasi yaitu asma, tifus, dan radang ginjal. Penyakit itu tibul karena istirahat yang tidak cukup dan makan tidak teratur.” Jawab Fajar. “Baiklah, terima kasih Fajar” jawab balikku menuju rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, aku melihat keluarga Anda bersedih dengan cobaan ini. Aku pun mencoba menenangkan keluarganya, terutama ibunya yang paling kaget mendengar kabar ini. Hingga akhirnya ia sedikit lebih tenang.

Pukul 18.00 “Tante, sebaiknya Tante dan yang lain pulang. Tante disini sudah seharian. Biarkan aku yang menjaga Anda. Jika Anda sudah sadar, akan ku kabari. Aku juga sudah bilang pada Ibuku jika aku akan menjaga Anda seharian ini. Ibuku tak menolaknya, besok ia akan menjenguk kemari. Lagian besok juga libur. Lebih baik Tante dan yang lain pulang untuk istirahat” kataku pada Ibu Anda. “Baiklah, kau hati-hati disini. Tolong jaga Anda baik-baik. Terima kasih atas kebaikanmu. Tante permisi dulu” jawab Tante keluar dari kamar pasien.

Tepat pukul 21.00 di saat aku tengah tertidur karena kecapekan. Anda sadar dan memanggil namaku kembali. “Bella, Bella, Bella” teriak Anda. Aku bangun dan menghampirinya. “Ada yang ingin ku katakan padamu!” ujar Anda. “Apa yang ingin kau katakan?” jawabku. “Sejujurnya, aku putus sama Febi itu karena kamu.” Kata Anda. “Karena aku? Apa hubungannya denganku?” jawabku kembali. “Ya. Aku putus dengan Febi karena kamu. Aku merasa ikut sedih ketika kamu setiap hari murung dan sukanya ngelamun. Aku tau kau sedih karena aku. Ya, karena aku jadian sama Febi. Ya kan?” tanyanya. “Dari mana kau tau itu?” tanya balikku.
“Aku mengetahui semua hal itu dari Isa. Isa memberitahuku bahwa kau suka merenung karena orang yang kau suka pacaran dengan orang lain. Sebab itu, aku selalu berusaha untuk menghiburmu agar kau bisa tersenyum. Tapi, semua usahaku terbuang sia-sia. Kau tetap saja seperti itu, bahkan kau melebihi itu. Hari ke 27 aku berpacaran dengan Febi. Aku merasa bahwa aku cinta sama kamu. Sebab itu perhatian aku kurang ke Febi. Dan tepat satu bulan, Febi mungkin kesal dengan sifatku. Sehingga ia mengajakku untuk putus. Saat dia memutuskan hubungan ini, hati ini gak ada rasa kecewa. Dari situlah aku yakin kali aku tak mencintai Febi. Tapi aku mencintaimu.” Jawabnya.
“Mungkin, aku pun harus jujur. Aku suka sama kamu sejak awal kita kenal. Sejak kamu selalu membantuku menyelesaikan soal fisika. Tapi, aku merasa kecewa mendengar kabar bahwa kau jadian bersama Febi. Hal itulah yang membuatku suka murung, ngelamun, dan marah-marah gak jelas sama orang yang nggak salah.” Ujarku
“Baiklah, aku ingin menghapus semua kekecewaanmu, semua kebencianmu, semua kekesalanmu kepadaku.” Anda menarik nafas dan berkata “Bella, aku sangat mencintaimu. Aku sangat menyukaimu. Aku sangat menyayangimu. Sebab itu, maukah kau jadi pacarku?”
Aku terdiam sejenak. “Aku terima, asalkan kau harus makan yang teratur, istirahat yang cukup, agar kau bisa cepat sembuh.” Kataku “Siap, bos” jawab Anda. Kami pun tertawa. Aku pun mengabari Ibu Anda. Setibanya Ibu Anda ke rumah sakit, aku di atar pulang saudara perempuan Anda.

Esoknya, aku segera ke rumah sakit untuk menjenguk Anda kembali. Namun sayangnya, saat aku temui Anda, ia telah terbujur kaku tanpa daya. Aku menangis dan bertanya pada saudara perempuannya “Kak, apa yang terjadi?” tanyaku dengan terus menerus meneteskan air mata. “Anda telah berpulang kepada-Nya. Setelah selesai mengerjakan semua soal fisika. Ia kembali mengalami sesak nafas. Anda tak berhasil diselamatkan. Ia menitipkan ini untukmu” jawabnya sambil memberi sebuah surat dan buku.
“Untuk Bella. Mungkin, ketika kau membaca surat ini. Aku telah terbaring lemah tak bernafas, jantung tak berdetak, nadi tak berdenyut. Maafkan aku jika harus meninggalkanmu secepat ini. Aku sudah tak tahan dengan penyakit yang menggrogoti tubuhku ini. Dan maaf, aku tak bisa membantumu dalam mengerjakan soal fisika lagi. Untuk itu, telah ku siapkan buku yang berisi semua jawaban dari soal di buku. Jika kau kesusahan, pakailah buku itu. Tak lupa, aku menulis rumus-rumusnya sehingga kau selalu bisa menggunakannya setiap waktu. Kau harus menjaga buku ini. Dan kau harus belajar dari buku ini. Dan, satu lagi, kau harus mengalahkanku dengan menjadi juara kelas. Terima kasih atas semua pengorbananmu untuk mendapatkan cintaku. Assalammualaikum..”

Aku menangis tersedu-sedu membaca surat itu. Baiklah Anda, aku akan berjanji! Aku akan menjaga dengan baik buku ini! Aku akan merawat buku ini agar tidak kusam termakan usia! Aku akan belajar dari buku ini sehingga dapat mengalahkanmu sebagai juara kelas! Terima kasih atas cintaku yang telah kau balas. Meski hanya dalam hitungan jam. Ku harap kau disana baik-baik saja. Kelak kita akan bertemu dan kembali bersama..

Sumber: http://www.lokerseni.web.id/2013/12/